close
jesus-1138278_1920

NAMANYA Miryam. Ia adalah perempuan yang mengikuti Yesus (di buku disebut Yeshua) dan para murid, blusukan ke desa dan kota. Dia berasal dari Magdala, kota kecil di sekitar Danau Galilea, berdekatan dengan kota-kota Genesaret, Kapernaum, Korazin,  perempuan pertama yang bertemu Yesus setelah Ia bangkit.

Dikisahkan Miryam berusia 40-an. Ia pengusaha kain ungu yang sukses karena memiliki rahasia teknik pencelupan warna kirmizi, yang bila diarahkan ke matahari, berubah ungu yang sangat indah.

Suaminya Yaakov, seorang nelayan yang baik hati dan cinta keluarga. Mereka punya dua anak laki-laki. Avram, si sulung yang sudah menikah dan istrinya, Rachel, sedang hamil, dan Binyamin, si bungsu, masih bayi, dan tuli.

Pada satu hari, Miryam ditimpa kemalangan hebat. Seorang gundik perwira Romawi membeli kaun ungu darinya seharga 10 dinar emas, namun balik mengancam ketiga ditagih. Rumah Miryam habis dibakar, keluarganya dibantai habis, kecuali Binyamin, yang diam-diam diselamatkan oleh prajurit Romawi berhati lembut, Atticus Aurelius. Bayi itu diangkat anak oleh Atticus, diberi nama Quintus.

Miryam tidak terima. Tragedi pilu itu membajakan tekadnya untuk menuntut dendam atas porak-poranda keluarganya. Ia pergi ke kota Tiberias, bertemu Herodes tapi tidak mendapat  bantuan. Dalam keadaan ruwet, ia bertemu Marisa di kota itu, seorang gadis Mesir penjual jimat. Kepadanya Marisa memperkenalkan Isis, dewi kebijaksanaan Mesir yang dapat menolong apa saja. Miryam kepincut, menerima jimat Isis.

Jiwanya yang tak stabil membawanya pada keadaan buruk terus menerus, sampai satu kali ia seperti mendengar suara-suara di kepalanya. Suara pertama mengaku bernama Natar. Lain waktu bernama Baath, atau Qinah, Avah, Azaph, Katakritos, Geah. Demikianlah tujuh suara (roh) memprovokasi Miryam untuk kian mengkristalkan dendam di hatinya. Ia begitu dikuasai ketujuh roh jahat itu sampai-sampai tak sadar (meski ia sadar sepenuhnya), tangannya membunuh seseorang.

Miryam pulang ke kotanya, dan ia dicap gila. Waktu itu Yesus baru memulai pelayanan di Galilea, dikerumuni banyak orang, dengan banyak kepentingan. Saat itulah ia bertemu Yesus, dan disembuhkan dari tujuh roh jahat. Setelah itu ia mengikut Yesus, ke manapun, menjadi semacam bendahara.

Di lain pihak, diceritakan Atticus bertemu dengan Cyrilla, seorang gadis bayaran asal Syria. Ia meminta gadis itu mengasuh Quintus. Dalam satu kesempatan, istri Pilatus, Nyonya Procula, mengajak Cyrilla dan Quintus, ke rumahnya. Nyonya itu jatuh kasihan kepada Quintus. Saat tersiar kabar seorang penyembuh dari Galilea, Nyonya Procula meminta Atticus untuk membawa Quintus, menemuinya. Itulah momen indah Atticus mengenal Yesus secara pribadi –sebuah pertemuan yang nyata- dan menjadi pengikut meski diam-diam. Dalam buku, Atticus disebut sebagai tentara Romawi yang menolong menurunkan mayat Yesus.

Setelah Yesus mati, hati Miryam masih dipenuhi roh penasaran, mencari pembunuh keluarganya. Akhir cerita yang tak terduga baik bagi Atticus, Quintus, dan Miryam sendiri.

Buku ini kaya dengan detil. Rujukan pengarang yang sangat melimpah, seolah ingin memanjakan pembaca dengan segenap tata cara masyarakat Yahudi kala itu seperti keseharian Yesus dan murid-murid dan keluarga, regulasi tentara Romawi, praktik sekte eksklusif dan rahasia, gaya hidup penguasa, tengiknya orang Farisi, persinggungan antarbudaya di Israel, masalah perempuan dan anak, jenis-jenis makanan, cuaca, pakaian, bahkan cara berpikir.

Sosok perempuan yang disembuhkan oleh Yesus dari tujuh roh jahat dalam kitab suci, menjadi jelas ketika selesai membaca buku ini. Memang, seyogyanyalah novel fiksi sejarah  menyajikan data selengkapnya sehingga puzzle masa lalu tersaji jelas di masa kini.

 

Miryam dari Magdala
Judul asli Magdalene
Penulis Angela Hunt
Penerjemah Arie Saptajie
Penerbit Gloria Graffa
Cetakan I 2009, 422 halaman

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response