close
schieder-schwalenberg-102907_1920

Sebagai seorang koster tugasnya membuka pintu gereja
Pagi-pagi ketika pelataran masih dikemul embun

 

Hanya hari itu terlihat begitu luar biasa
Orang-orang bertubuh gajah antre di gerbang

 

Ia pun lari menemui pastor yang masih mendengkur
Semalam capek melayani barisan umat
Dalam bilik pengakuan

 

“Pater, bangun. Gajah-gajah gelisah
Belalainya melata di pelataran dan pilar-pilar.”

 

Pastor itu berkerjap
Ingat Markus yang berkata-kata
Lebih gampang unta menyelinap ke lubang jarum
Ketimbang orang kaya masuk Kerajaan Surga

 

Lalu mereka menjadi gajah, tak sekadar unta
Semakin besar, semakin mudah ke surga
Jiwa mereka diremah aksara
Tak sampai kepada Sabda

 

“Pater, cepat. Gajah-gajah meradang
Mereka menjebol gerbang.”

 

Pastor itu bangkit
Melangkah dalam langkah limbung
“Lebih mudah air mata mengalir ke surga
Ketimbang tubuh besar yang melintang di pintu.”
Suaranya lantang

 

Gajah-gajah itu menangis
Tanpa air mata

 

Seoul, 28 November 2015

Tengsoe Tjahjono*

 

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response