close
apple-1724031_1920
kau tahu mimpi itu, eden. tempat orang-orang melabuhkan kerja dan perih dari seluruh pengembaraan di dunia bawah sana. tak beda rahasia yang tersimpan ketika laut dan  hampar daratan masuk ke dalam buntalan pak janggut. betapa selembar kain menutup biografi orang dan deret nama, kenang atau perbuatan – selesai seirama doa para pelayat.
kau tahu mimpi itu, eden. sarang sakit dari cita-cita yang tak tergapai, yang tak selalu diwakili jerit, bahkan lenguh pendek sekali pun. layar mimpi yang sobek, dayung yang patah, samudera cuma masa silam pada tatahan marmer nisan.  batu adalah pena yang tertatah matahari – setiap hari. kerasnya mengiris udara; memang memuai tapi mewariskan luka.
kau tahu peristirahatan itu, eden. seharusnya kau bangga menampung semua yang sia-sia menjadi ada dan beranak-pinak disana. di antara buah dan aib kenangan; atau dosa keturunan yang lindap di taman-tamanmu – bersama lidah iblis dan cawat merah. kita tak hendak pergi, tapi semua sia-sia, sebagaimana kesombongan tanah lempung
hancur dalam cetakan Tuhan.
kau tahu kenangan itu, eden. benang adam dan hawa yang putus kerap tercipta lagi dari bulu dan jemari malaikat. orang di dunia bawah bahkan tak memiliki nostalgia sedikit pun di keriput otak dan mata rabunnya. tapi demikianlah, mereka memelihara gelisah di antara ketuk gerimis pada tubuh yang gemetar dan basah. mereka pelupa tapi mereka tahu di mana pintu dan jalan itu.
: semua menuju Nya.
2012
Oleh: Sihar Ramses Simatupang
Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response