close
WhatsApp Image 2017-08-26 at 05.53.53

Ada suasana yang berbeda di GKI Kemang Pratama hari itu. Redaksi Majalah Litera bertemu dengan redaksi Buletin Mercusuar, majalah internal GKI Kemang Pratama, untuk berbagi ilmu.

 

Akhir pekan lalu (26/8/17) Majalah Litera berada di GKI Kemang Pratama Bekasi. Mercusuar, buletin yang dikelola oleh Gereja, mengundang Tim Litera untuk melatih menulis cerpen. Ada 11 peserta yang hadir dari 25 yang mendaftar. Kegiatan dimulai pukul 09.30 sampai 15.30.

Latihan pertama adalah menemukan “sesuatu” atau sebutlah epifani. Epifani semacam seruan eureka, yang berarti ‘aku telah menemukannya” dalam bahasa Yunani. Ucapan itu dipopulerkan oleh Archimedes, ahli matematika yang menemukan satu teori, saat ia mandi.

Proses “menemukan sesuatu” ini penting sebelum menulis apa pun. Cerpen, puisi, atau esai. Itulah jiwa tulisan yang akan menghidupkan bangunan cerita.

Dalam latihan, Litera meminta peserta untuk mencari satu ayat favorit mereka. Dari sana, mereka akan mencari makna baru, lalu menulis ulang temuan mereka. Seorang mengambil contoh istilah “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” yang dikenal sering dicapkan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Gubernur DKI. Ia menganalogikan istilah yang dipopulerkan oleh Paulus semasa ia hidup, dengan latar yang mendorong Ahok,  sehingga mengatakan perkataan yang sama.

Cerita Orang Samaria yang Murah Hati (the Good Samaritan) dijadikan pola dalam untuk membangun plot: pemuka, menuju konflik, klimaks, antiklimaks, penutup. Dan, ternyata itu mudah!

 

 

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response