close
Cerpen

Pentigraf: Toba Ingin Jadi Polisi

police-651504_1920

 

Toba ingin jadi polisi. Ia tak ingin menjadi petani sama seperti ayahnya, setiap hari masuk ke dalam lumpur, kurus dibakar matahari. Tulangku memang kecil, kata ayahnya suatu hari. Toba tak percaya.

Ia berangkat ke kota dan hidup menumpang di rumah saudara, tetapi tak betah, disuruh membersihkan rumah dan menjaga adik sepupu. Toba lalu minggat, menggelandang di jalanan sampai akhirnya bertemu seorang teman baru yang ternyata adalah penjual narkoba. Ia diberi makan dan tumpangan. Teman lebih baik daripada saudara, kata Toba dalam hati.

Aku ingin jadi polisi, kata Toba suatu hari kepada teman barunya di sebuah kedai minuman. Teman barunya tertawa, memberikan selinting ganja kepada Toba lalu memesan bir. Pemabuk mana bisa jadi polisi, kata temannya. Toba batuk-batuk tersedak asap mendengar ucapan temannya. Diraihnya gelas bir dan menandaskan isinya. Pokoknya aku harus jadi polisi, kata Toba dalam hati. Polisi harus tahu mana kiri mana kanan, kata temannya lagi. Kita nyanyi saja, kata Toba malas dikotbahi. Lalu mereka bernyanyi. Lagu Michael Bolton, To Love Somebody, merem melek penuh penghayatan. Kau pesan lagi birnya, aku mau terima telepon dulu, kata temannya. Toba mengangguk sambil terus bernyanyi. You don’t know what is like, Baby you don’t know what is like… Tarik suara tiga padahal sendiri.

Tiba-tiba Toba merasakan tubuhnya didorong lalu ditarik keras. Botol-botol bir berjatuhan dari atas meja. Gitar di tangannya terlepas. Apa-apaan ini? tanya Toba. Beberapa orang mengelilinginya dengan wajah bengis. Diam! Kami polisi, kata salah seorang pria berjaket hitam yang mengepungnya. Teman yang dipikirnya lebih baik daripada saudara entah di mana. Lalu Toba dibawa ke kantor polisi, tempat dia ingin menjadi. Melihat foto Jokowi di dinding, Toba teringat ayahnya yang kurus. Hatinya remuk, lalu menangis seperti bayi.

 

*Pentigraf alias Cerpen Tiga Paragraf ini dipersembahkan oleh Fidelis Situmorang, cerpenis yang tinggal di Jakarta.

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response