close
Galeri

Pameran Mencari Wajah-Mu: Ekspresi Pengalaman Iman

20170930_152234

Seruni (Senirupa Kristiani Indonesia) menggelar pameran di VIP Fine Arts, Karang Tengah Raya 7, Lebak Bulus (30/9/17), Jakarta Selatan. Pameran bertema Mencari Wajah-Mu ini akan berlangsung selama tiga puluh hari sampai 30 Oktober 2017, menampilkan tiga perupa: Ferry Agustian, Setiyoko Hadi dan Wisnu Sasongko.

Pameran menampilkan tiga pendekatan olah tema maupun tema artistik media. Ketiganya mengekspresikan pengalaman imani ke dalam tafsir-tafsir yang lebih segar dan menampilkan keberanian untuk keluar dari tradisi narasi Biblis. Seni Biblis biasanya mencirikan narasi kisah-kisah di Alkitab dengan tokoh Yesus atau Bunda Maria sebagai subyek.

Pada tradisi Renaisans, seni mengikuti kaidah-kaidah klasikisme serta pola-pola simbolik-ikonik dari aspek pewarnaan atau komposisi segitiga transendental untuk mengarahkan orang pada spirit teosentrisme.

 

Eddy Soetriyono sebagai kurator menekankan bahwa proses penggalian kreatif seni harus seperti garam yang memberi dampak citarasa khas pada aspek kekaryaan mau pun latar belakang ideologis. Kesadaran sejarah menjadi modal penting dalam proses kesenian, begitu juga kedasaran akan persoalan zaman.

Eka Darmaputra, dalam bukunya Karya Seni Sebagai Ekspresi Teologis, berkata bahwa seni tidak cuma memampukan kita melihat dengan cermat apa yang kita lihat, juga membuat kita berpartisipasi dalam apa yang kita lihat. Dengan begitu kita melihat apa yang tidak terlihat. Yang transenden menjadi imanen. Lebih tepat, yang imanen mempunyai dimensia transendental.

Demikian pula landasan para perupa Seruni memaknai potensi seni dalam penghayatan imani. Perupa Ferry Agustian memilih jalur ekspresi seni grafis dengan gaya impresif khas hitam-putih karya cetakan cukilan kayu. Setiyono Hadi menggali pengalaman meditatif dengan melahirkan “litani gambar” dalam mengimitasi gambar kerohanian Yesus melalui narasi optikal. Sedangkan Wisnu Sasongko menampilkan pengalaman spiritualitas kasih dalam narasi gerak hidup kesederhanaan dengan pendekatan imajinatif yang bergaya dekoratif-impresif.

 

Sebanyak 35 karya ditampilkan, beberapa di antaranya karya lama. Lukisan Mencari Wajah-MU, sekaligus menjadi judul pameran, adalah lukisan Wisnu Sasongko, dengan teknik melukis-memotong-menyatukan kembali, seperti sebuah puzzle, wajah Yesus yang samar.

“Ini pertama kalinya Seruni pameran di “luar”,” ujar Gunawan, juga perupa Seruni. Sebelumnya Seruni telah berpameran di beberapa lembaga pendidikan dan festival seni.  (is)

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response