close
Buku

Sai Rai: Cerita-cerita Timur dari Beranda Timur

cover sairai

Tulislah apa yang seharusnya tak boleh dilupakan, kata Isabel Allende. Dan Dicky Senda menggenapinya. Penulis menghadirkan 18 cerita lokal dengan penuh pengertian dan kepekaan sebagai pengarang yang bertanggung jawab menanggung beban cerita-cerita yang hidup di sekitarnya.

Dicky mengoleksi dongeng kuno, sejarah, tradisi, adat istiadat dan kebiasaan di dalam dirinya, mengolahnya dengan baik sebelum menjadi cerita baru dalam tulisan. Seperti ia ingin membalas kekasaran perbuatan dengan kehalusan bahasa dan ketepatan diksi. Telah pula ia berlaku sopan dengan tidak menghadirkan kesimpulan-kesimpulan dalam ceritanya, mewakili pembaca.

Penulis menahan diri saat mengisahkan kelam tahun 65 di Nusa Tenggara Timur –dalam Pulang ke Barat dari Hanga Loko Pedae, yang bahkan dia belum lahir ketika peristiwa itu terjadi. Emosinya tidak meledak kala mengisahkan keblingeran manusia modern dalam menafsir agama impor dalam kisah Pohon-pohon yang Dibunuh Tim Doa. Ia memperlihatkan empati mendalam kepada perempuan yang membunuh anak sendiri dalam kisah sedih Orpa. Meski mencintai desa kelahirannya sepenuh hati, namun ia seorang juru cerita yang adil bagi semesta.

Jika cerita-cerita dalam buku ini adalah makanan, maka pengarang menyajikan menu-menu yang bervariasi dan jarang saya cecap. Istilah dan nama orang dan pohon dan hantu dan dewa dan Tuhan dan segala rupa kemiskinan, jenis-jenis kesedihan dan keputusasaan, suasana alam yang terasa akrab sekaligus asing. Sebuah dunia yang lain namun berjarak tak jauh.

Pengarang memainkan kata ganti aku-kamu-dia-mereka seperti melempar puzzle agar pembaca tidak terburu-buru membaca, bahkan mengulangnya. Tokoh-tokoh dalam cerita adalah perempuan dan laki-laki yang sering tak bernama. Mungkin itu tidak penting seperti kata Shakespeare. Atau karena mereka telah mewakili rasa komunal sehingga tidak perlu lagi dinamai.

Dua Ruangan dengan Seribu Ular adalah metafor dua saudara kandung yang saling mencintai namun harus terpisah karena berbeda dalam memandang segala sesuatu meski mereka berdekatan dan terjangkau. Keluhuran budi manusia dikisahkan dalam Wedang Uwuh. Sai Rai: Lelaki yang Meninggalkan Bumi merupakan konsep kekuasaan dan kepercayaan rakyat Sabu karena membapakkan laki-laki sebagai penanggung jawab kesejahteraan rakyat seperti memohon hujan, membuat panen berhasil, menangkal bencana, dan yang serupa.  

Apakah itu kisah nyata atau fiksi tidak lagi menjadi masalah ketika penulis mengungkap alam pikirannya dengan baik.  Ia meramu praktik politik kekuasaan menjadi cerita yang menggugah dalam Liuksaken dan OPK dan Kisah Lainnya. Kekesalan seorang anak dan kebawelan orangtua menjadi hiburan baru dalam cerita Bagaimana Jika Para Istri dan Gundil Ayah adalah Berbagai Jenis Hewan dan Tumbuhan.

Penulis bukan hanya rajin memungut cerita yang dekat atau jauh, namun juga seorang pendengar yang baik, tertib dalam berpikir, dan terampil berbahasa. Apa benar seperti dikatakan orang bahwa orang-orang Indonesia Timur berbahasa Indonesia dengan baik karena terbiasa membaca kitab suci (baca Alkitab)?

Apa pun itu, yang dimiliki penulis merupakan potensi  yang mendukung gagasan “17000 pulau imajinasi”.  Apresiasi semestinya diberikan kepada pengarang yang menerima panggilan darahnya untuk pulang dan membangun kampung, meski telah dalam posisi enak di negeri lain.

Bersama kawan-kawannya, Dicky membuat komunitas Lakoat.Kujawas di desa Mollo Utara, 130 km dari Kupang atau 18 km utara kota So’e. Ia meneliti keanekaragaman pangan lokal Mollo dengan resep pengolahan, mengembangkan homestay, dengan harapan satu kali desanya akan dikunjungi oleh orang-orang mancanegara.

Akhirnya, eksotisme timur telah meraja di seluruh cerita dan daya ungkap. Namun, ketenangan saya membaca agak terganggu karena menemukan kata-kata serapan di sana-sini. Sedikitnya saya menemukan enam kata ekspresi di seluruh badan. Apa alasan penulis tidak berupaya mencari padanan katanya, saya tak tahu. Seandainya kata-kata asing diganti dengan kata milik sendiri, mungkinkah cerita-cerita timur ini akan lebih timur rasa ketimurannya? (is)

 

Judul Buku: Sai Rai (kumpulan cerpen)

Penulis : Dicky Senda

Penerbit: GRASINDO

Cetakan I: Oktober 2017

145 halaman

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response