close
solo-2051508_1920

Dramatik Kasih

—Radhika Rao & Vinay Sapru

 

saraswati

rinduku padamu

bangkit di musim gugur

mendarah-daging di tubuhku

bersama botol-botol anggur.

 

di akhir cerita

kita tak memilih apa-apa

selain budak bagi perasaan

yang di mata orang lain sebagai penyiiksa

sedang di dada kita penyempurna.

 

“cinta membawa pada kemenangan

dan kekalahan dalam satu keadaan”    

 

dunia seolah dibentangkan

bukan di bawah kibaran bendera

di taman anak-anak riang menghirup udara.

 

ruang-ruang berjalan tanpa diatur waktu

sepi adalah ibu bagi mereka yang riang merindu

bangkai-bangkai kenangan tumbuh menjadi mawar.

 

di luar kamar orang-orang tertawa

fikirannya ditumbuhi perasaan curiga

menyulap benda mati menjelma srigala

kemudian mencari mangsa dengan tergesa.

 

 

Cabean, Yogyakarta 2017

 

 

Dramatik Hidup

 

Michael Damian

 

aku ingin mencari permainan

yang bisa menghindar dari keseriusan hidup

seperti memainkan lagu dengan biola di sebuah pagi

 

di sepanjang lorong kota atau di kedalaman sebuah desa

di mana kau dan aku pernah berjalan tanpa sedikitpun tergesa.

 

aku ingin selamanya memainkan biola

membuatmu faham kenapa orang sepertiku

harus tidak berhenti melagukan bahasa cinta

 

sambil asyik mebangun kastil dalam ruang-ruang imaji

di mana segala hal yang katamu mustahil dapat kunikmati.

 

aku hanya ingin bermain sekali lagi

tanpa merencanakan yang  bakal datang

atau menyesalkan sesuatu yang telah pergi.

 

Cabean, Yogyakarta 2017

 

 

Dramatik Bigulian

 

ia kenakan segenap luka

dari ujung rambut sampai kaki

ia ingin punya wajah mengembara

yang dilahirkan masa lalu dan masa kini.

 

suara-suara berbusa dimulutnya

mengemban derita yang ditanggung puisi

serupa al-kitab yang ditulis dengan bahasa purba

sedang pembaca mendapat kebenaran melalui ilusi.

 

ia mencoba mempertetemukan siang dan malam

tanpa sedikitpun memahami sebuah kegagalan

ia melihat dunia memang luas sekaligus datar

yang akan terus berada dalam satu ruang.

 

suluruh bahasa ia buru, seluruh cerita ia tiru

ia ingin membangun rumah tanpa  berpintu

memanjakan setiap tamunya penuh lagu

sedang ia belum mengerti hakikat rindu.

 

Cabean, Yogyakarta 2017

 

 

 

 

 

 

 

Dramatik Bacaan

 

Brian Klugman & Lee Stemthal

 

 

barangkali benar aku sebatas bahasa

dari padakulah segalanya akan bermola.

 

barangkali benar aku sebatas abjad

dari padakulah segalanya terikat.

 

barangkali benar aku sebatas khuruf

dari padakulah segalanya hidup.

 

bagaimana mungkin kau menghindar

sedang Sang Pencipta saja memakai.

 

Cabean, Yogyakarta 2017

 

 

 

Dramatik Kenangan

 

—John Carney

 

 

seterusnya,

aku

adalah

pecundang

yang

mengatakan

sayang

kepada

kuburan.

 

 

Cabean, Yogyakarta 2017

 

Sengat Ibrahim, Penulis muda kelahiran Sumenep Madura, 22 Mei 1997. Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Sekarang tinggal di Yogyakarta. Karya-karyanya pernah dimuat di koran; Medeia Indonesia, Republika, Suara Merdeka, Koran Tempo, Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Merapi, Radar Surabaya, Banjarmasin Post, Harian Rakyat Sultra dan LiniFiksi.Com

 

 

 

Editor Litera

The author Editor Litera

Leave a Response