close
book-707388_1920

Sayembara Menulis Cerpen ATAU Puisi

Tema: Perintis Gereja Tradisional

Pernahkah membaca kisah Kyai Sadrakh (1835-1924) atau Nommensen (1834-1918) dan terkesan dengan kehidupannya? Ini saat yang tepat untuk mengungkap kisah mereka dalam bentuk cerpen atau puisi.

Anda juga dapat memilih Denninger (1865-) yang berkarya di Gunung Sitoli Nias, Joseph Kam (1769-1833) di Maluku, Antonie Anis van de Loosdrecht (1885-1917) di Toraja, Johann Geissler (1830-1870) di Irian/Papua, Ibrahim Tunggul Wulung (1840-1885), Paulus Tosari (1813-1882), atau sila memilih sendiri nama yang Anda minati.

Syarat:
1. Peserta adalah mahasiswa teologi atau masyarakat umum.
2. Memilih satu tokoh di atas atau memilih sendiri.
3. Peserta boleh mengirim lebih dari satu karya untuk masing-masing kategori tulisan.
4. Panjang cerpen maksimal 1300 kata. Puisi bebas.
5. Naskah di-email ke festivalsa.pa2018@gmail.com dengan menyertakan identitas data diri (KTP/ SIM).
6. Naskah sudah diterima oleh Panitia selambatnya 15 Juli 2018 pukul 24.00.
7. Panitia akan menentukan 10 naskah terbaik untuk kedua kategori.
8. Nama-nama pemenang akan diumumkan pada 30 Juli 2018 di Litera.id dan bpr.pgi.or.id
9. Setiap pemenang akan mendapat hadiah Rp 750.000,00
10. Satu pemenang dari tulisan yang dianggap paling inspiratif akan diundang ke Festival Sa-Pa 2018 dan berhak mengikuti seluruh rangkaian acara.
11. Keputusan juri mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas partisipasinya.
Panitia Festival Sa-Pa 2018

Shortlink: http://wp.me/p8ZXIg-bO

Tags : Festival SastraFestival Sastra & Rupa KristianiSayembara CerpenSayembara PuisiSayembara SastraUndangan Festival Sastra
Heri

The author Heri

Leave a Response