close

Dr Andar Ismail seorang pendeta emeritus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Samanhudi. Ia dosen senior bidang Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta.

Tahun 1981 ia mulai menulis refleksi. Kelak kumpulan tulisannya disatukan dalam buku Seri Selamat. Ketebalannya 140-an halaman. Hingga kini 29 judul Seri Selamat telah lahir dari tangannya. Masalah keseharian adalah tema yang sering diangkat.

Judul terbaru adalah Selamat Mengaku: 33 Renungan tentang Identitas. Seri Selamat merupakan buku terlaris terbitan BPK Gunung Mulia, lembaga penerbitan Kristen oikumenis tertua di Tanah Air. Terhitung dari tahun 2008 sampai Mei 2018 sudah terjual 460.000 eksemplar.

Andar lahir di Bandung dengan nama Siem Hong An. Ia telah mengarang sebelum dapat membaca dan menulis. Pasalnya, kedua orangtuanya kerap bercerita. Di Sekolah Minggu, ia tekun mendengarkan cerita dari kakak pembina.

Menginjak Sekolah Dasar, Andar kecil tergila-gila membaca. Ia menjadi anggota perpustakaan Volks Bibliotheek  Bandung. Dari buku-buku perpustakaan kota, ia mengenal sastra Eropa. Ia membaca karya Hans Christian Andersen, Karl May, Leo Tolstoy, Guy de Maupassant, Charles Dickens, dan lainnya.

Ketika SMP, ia anggota The British Council Library. Ia satu-satunya remaja yang tiap Sabtu nongkrong di perpustakaan, membaca. Minatnya kemudian menjurus pada buku-buku teologi. Ia sering numpang membaca karya teolog Verkuyl, Leimena, Notohamidjojo, Kraemer, di toko buku BPK Jalan Pasir Kaliki Bandung.

Lalu Andar meneruskan studi ke Sekolah Teologi Balewijoto Malang. Sambil kuliah, ia bekerja sambilan menerjemahkan buku-buku untuk BPK Gunung Mulia dan Christian Literature Center di Surabaya. Ia juga giat belajar meningkatkan kemampuannya dari mana saja. Termasuk meminjam diktat dari teman di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Pedagogi, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Sebagai pendeta GKI di Samanhudi, tangannya terlatih menulis editorial Warta Jemaat. Pun tiap bulan namanya terpampang di majalah PGI Berita Oikoumene. Tahun 1969 ia menulis untuk harian Suara Pembaruan (dulu Sinar Harapan).

Selain tulisan orang dewasa, ia terobsesi menulis cerita anak. Dua novel anak berjudul Tuhan Ampunilah Kecerobohanku dan Tuhan Damaikanlah Orangtuaku, diterbitkan dan mendapat penghargaan internasional. Penghargaan lain yang pernah ia terima adalah Literature Award dari Dewan Gereja-gereja di Amerika.

Pada Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018 ini, ia akan mendapat penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif karena tulisan-tulisannya. Ia menulis dengan bahasa yang efisien dan memikat. Tulisan-tulisannya dianggap telah memberi inspirasi umat tentang kehidupan, dan mengakar iman pembacanya.

Acara pemberian penghargaan kepada Andar Ismail akan dilaksanakan pada 14 Agustus 2018, bertempat di BPK Gunung Mulia Jalan Kwitang Jakarta Pusat, pukul 09.00-11.00.

Ita Siregar

The author Ita Siregar

Leave a Response