close
Gerson Poyk

Lahir di Ba’a Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Ia menikah dengan Agustina Antoneta Saba (alm.). Lulus dari Sekolah Guru Atas  dengan beasiswa dari Pemerintah, ia menjadi guru SMP Negeri di Ternate dan Bima pada 1956 hingga 1963, menjadi wartawan Sinar Harapan sampai tahun 1970. Ia pernah tinggal di Bali sejak 1963 dan menjadi penulis lepas. Ia salah satu penulis Indonesia yang mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat.

Sebagai jurnalis, ia meraih Adinegoro, penghargaan Jurnalistik Tertinggi Indonesia pada 1985-1986. Selain itu ia mendapat penghargaan South East Asia Write Award dari Pemerintah Bangkok, Anugerah Kebudayaan dari Pemerintah RI, Lifetime Achievement Award dari Harian Kompas, dan dari Forum Academy NTT.

Novel-novelnya antara lain Sang Guru, Oleng-Kemoleng, Di Bawah Matahari Bali, Mutiara di Tengah Sawah, Nyoman Sulastri, Meredam Dendam, Tarian Ombak, Sastrawati Burung, Requeim untuk Seorang Perempuan, Enu Molas di Lembah Lingko, Negeri Lintasan Petir,  Nostalgia Flobamora, dll. Ia telah menulis ratusan cerpen. Beberapa cerpen dan novelnya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Jerman, Jepang, Rusia. Selain fiksi ia juga menulis esai dan buku filsafat.

Ia bermimpi konsep desa budaya yang di dalamnya ada patung-patung sastrawan, sawah yang ditanami seniman, gedung teater, akses internet yang baik, yang membuat tidak ada lagi ekstrem kiri-kanan. Ia berpandangan filsafat merupakan hal penting bagi kehidupan agar manusia dapat menata hidupnya lebih baik dan agung.

Di Festival ini, putrinya yang juga penulis, Fanny Jonathans Poyk, akan membincang karya dan kehidupan Gerson  pada 9 Januari 2021 pukul 14.00 WIB.

 

Tags : Festival SaPa KristianiFestival Sastra&Rupa Kristiani 2020-2021

Leave a Response