close

Galeri

Galeri

Hari Puisi Indonesia 2017: Dari Sayembara Buku Puisi, Parade Puisi hingga Siapkan Biografi Penyair

14795976_10154758039113945_992165000_o(1)
Pelaksanaan Hari Puisi Indonesia ke-5 yang puncaknya akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1-4 Oktober 2017 mendatang, sebelumnya telah disemarakkan dengan perayaan se-Indonesia dari Aceh hingga Papua. Pada tahun 2017 ini, disamping Sayembara Buku Puisi, Parade Puisi, Malam Anugerah, Panggung Apresiasi, panitia juga akan menerbitkan dan meluncurkan Buku Biografi Penyair – Apa dan Siapa Penyair Indonesia.
 
 
Hari Puisi Indonesia (HPI) sebagai perayaan rutin tahunan berjalan sejak lima tahun silam, dimulai dengan deklarasi HPI yang diprakarsai oleh penyair Rida K. Liamsi dan para inisiator lainnya pada 22 November 2012. Mereka kemudian menghimpun para penyair Indonesia dari Aceh hingga Papua sebagai deklarator yang bersepakat mendeklarasikan HPI di Pekanbaru. Deklarasi dibacakan oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri yang didampingi 40 penyair se-Indonesia. Deklarasi tersebut, menetapkan bahwa Hari Puisi Indonesia jatuh pada hari lahirnya penyair Chairil Anwar, yaitu 26 Juli sebagai wujud penghormatan bangsa ini kepada penyair yang telah mengangkat nama Indonesia.
 
Setelah deklarasi, Perayaan HPI digelar untuk pertama kalinya tahun 2013, bertajuk Pekan Hari Puisi Indonesia, pada tanggal 25-29 Juli 2013 di Taman Ismail Marzuki. Hari Puisi pertama ini diselenggarakan oleh Yayasan Panggung Melayu dengan acara antara lain: Sayembara Buku Piala Indopos, Lomba Baca Puisi Piala Yayasan Sagang, Sayembara Kritis Sastra kerjasama dengan Komunitas Sastra Indonesia, Hibah 1000 Buku Sastra untuk 10 taman baca masyarakat se-Indonesia, Pidato Kebudayaan untuk pertama kalinya oleh Presiden Penyair Indonesia, Pembacaan Puisi oleh 10 penyair terkemuka dan Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia 2013. Selanjutnya, secara berturut-turut HPI diselenggarakan setiap tahunnya dengan semarak dan mendapat pengakuan dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada perayaan HPI yang ke-4 tahun 2016.
 
Perayaan Hari Puisi Indonesia 2017 yang bertema “Harga Hidup Puisi Indonesia sebagai Perekat Kebinekaan dan Semangat Keindonesiaan” kali ini menggelar rentetan kegiatan dan acara. Acara dimulai dengan Sayembara Buku Hari Puisi Indonesia 2017 yang dibuka sejak 20 April hingga 20 September 2017. Sayembara Buku Puisi sampai saat ini telah diikuti oleh 200 buku puisi yang telah sampai ke meja panitia. Kemudian Tim Penyusun Buku Biografi Penyair – Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang dijalankan sejak Maret hingga 18 September  2017, setidaknya telah menerima sekitar 1000 biografi penyair seluruh Indonesia. Buku ini nantinya akan diluncurkan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, tanggal 04 Oktober 2017.
 
Selain meluncurkan buku babon itu, Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia akan diisi dengan pembacaan puisi oleh tiga penyair pilihan: Gunawan Mohammad, Sutardji Calzoum Bachri, dan Abdul Hadi WM, beserta para Menteri pilihan, Duta Besar pilihan, dan Pidato Kebudayaan oleh Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Panitia pun saat ini sedang berusaha menghadirkan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia juga melaksanakan pemutaran video lima tahun perjalanan HPI dan pengumuman sekaligus penyerahan hadiah Sayembara Buku Hari Puisi Indonesia 2017.
 
Pengamat sastra yang juga Penggagas acara HPI, Maman S. Mahayana mengatakan, perayaan Hari Puisi Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat di berbagai kota di Indonesia, dapat menumbuhkan kebanggaan pada kebudayaan bangsa. “Menempatkan puisi sebagai bagian dari perjuangan membangun karakter bangsa, juga memberikan perhargaan yang layak pada penyair dan karyanya. Masyarakat pun dapat mengapresiasi sebagai langkah menghargai karya kreatif bangsa sendiri,” papar Maman di Jakarta.
 
Rangkaian acara HPI 2017 dimulai dengan pelaksanaan Panggung Apresiasi Hari Puisi Indonesia 2017 tanggal 1-2 Oktober di selasar Taman Ismail Marzuki yang disemarakkan oleh penampilan perwakilan 75 penyelenggara Hari Puisi Indonesia, pembacaan puisi oleh wartawan (Mustofa Ismail, Iwan Kurniawan, Budi Awan, Jodhi Yudono, dll) dan artis (Reza Rahardian, Ine Febrianti, dll)
 
Kemudian tanggal 3 Oktober 2017 dilaksanakan Parade Baca Puisi yang diikuti oleh pejabat, pengusaha, tokoh, dan penyair di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pejabat yang sudah mengkonfirmasi untuk membacakan puisi, antara lain: Anggota DPR RI (Lukman Edi, Arya Bima, dan Nurozi), Walikota dan Bupati, antara lain: Walikota Depok, Walikota Tanjung Balai, Walikota Banjarmasin, Wakil Walikota Batam, Bupati Lingga, Bupati Karang Anyar, Wakil Bupati Natuna. Sedangkan dari tokoh dan pengusaha antara lain: Siswono Yudohusodo, A. Slamet Widodo, Riri Satria, dan dari penyair antara lain: Radhar Panca Dahana, Ahmadun Yosi Herfanda, Sihar Ramses Simatupang, dan Nisa Ringganis.
 
 Untuk informasi lebih lanjut terkait acara ini dapat menguhubungi:

Sihar Ramses Simatupang

E-mail: blackpoems@yahoo.com, sihar.ramses@gmail.com
Hp: 081383244788
Twitter: @SiharRamses
read more
Galeri

Facebook Kampanyekan Empati di Media Sosial

Foto 2

Hari ini, Facebook bergabung dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation), sebuah lembaga non-profit yang berfokus pada pengembangan kaum remaja, untuk meluncurkan Program Literasi Digital. Program yang berlangsung selama 6 bulan ini bertujuan untuk membekali remaja dengan keterampilan berpikir kritis dan empati saat menggunakan media sosial. YCAB dan Facebook akan menyelenggarakan 100 acara di 100 sekolah menengah atas untuk pelajar di seluruh Jakarta dan kota-kota sekitarnya. Konten dikembangkan oleh YCAB dan Facebook dengan fokus pada tips dasar keamanan internet dan kemampuan literasi digital yang relevan untuk anak muda Indonesia.

 

Facebook bertujuan untuk memberi orang Indonesia kekuatan dalam membangun komunitas

dan menjadikan dunia jauh lebih dekat. Komunitas Facebook di Indonesia hidup dan aktif

dengan 115 juta orang. Dan seiring dengan perkembangannya, Facebook ingin

memberdayakan penggunanya untuk terus membangun komunitas yang aman dan otentik.

Clair Deevy, Head of Economic Growth Initiatives, APAC, Facebook, mengatakan, “Komunitas

di Indonesia saat ini terus berkembang dan mereka menggunakan Facebook untuk terhubung

dengan teman, kelompok, bisnis dan momen-momen yang paling berarti bagi mereka. Kami

bangga dapat melanjutkan kerja sama kami dengan YCAB untuk mendukung anak muda agar

bisa terus membangun kemampuan Literasi Digital mereka dan memastikan mereka menjadi

bagian dari komunitas online yang aman dan saling menghargai. Pada tahun 2016, kami

melatih 1.400 pemuda secara offline dan tahun ini kami berharap bisa menjangkau 10.000

pemuda di 100 sekolah.”

M.Farhan, Sekretaris Jenderal dari YCAB Foundation, mengatakan, “Misi YCAB adalah untuk

membantu anak muda Indonesia agar menjadi mandiri. Program Literasi Digital merupakan

bagian penting dari pekerjaan kami untuk mendukung keamanan online anak muda dan

memastikan mereka mempunyai keterampilan yang tepat untuk berkontribusi dalam membuat

komunitas online yang positif. Program ini dirancang untuk membantu pelajar menganalisa

konten di media sosial dan menerapkan pemikiran kritis dan empati mereka sendiri untuk

memahami bagaimana informasi tersebut membentuk opini mereka. Kami ingin

memberdayakan pelajar untuk mempertimbangkan konten yang mereka bagikan ke media

sosial dan dampak dari apa yang dibagikan di media sosial.”

Sebanyak 100 workshop Literasi Digital di 100 sekolah menengah atas ini juga akan

ditindaklanjuti dengan sebuah kampanye online dan Campaign Day Out yang didukung oleh Do

Something Indonesia. Campaign Day Out akan mempertemukan kelompok terbaik dari sekolahsekolah

yang akan diberikan penghargaan pada Safer Internet Day pada tanggal 6 Februari

2018.

Demas Ryan, Senior Program Specialist Do Something Indonesia mengatakan, “Melalui

kesuksesan program Think Before You Share tahun lalu, Do Something Indonesia berharap

untuk melangkah lebih jauh dalam hal dampak dan perubahan perilaku. Hal inilah yang

mendasari Think Before You Share kembali dilaksanakan dalam periode waktu yang lebih lama

dan kampanye online yang menarik untuk mempromosikan hal positif di dunia digital. Kami

percaya bahwa sebuah tindakan kecil seperti memposting sesuatu yang positif secara online,

dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar dalam membangun ekosistem digital yang

sehat.”

Program tahun ini memperluas panduan awal “Think Before You Share”, yang diluncurkan pada

tahun 2016 dan diselenggarakan oleh Facebook, YCAB dan gerakan anti-bullying Sudah Dong

dalam rangka mendorong remaja agar “Berbagi Hal Baik”. Tur sepanjang bulan ini termasuk 7

kota yaitu Jakarta, Malang, Denpasar, Balikpapan, Palembang, Bandung, dan Surabaya,

melibatkan 3,5 juta orang, termasuk 1.400 pemuda di 101 komunitas lokal.

read more
Galeri

Rayakan Keberagaman Kuliner Nusantara!

DSC04509

Lengkapi petualangan kuliner Anda di tempat ini, dimana lidah akan dimanjakan dengan olahan terbaik dari tangan dingin para koki!

 

Indonesia merupakan negara dengan beragam kebudayaan dan adat istiadat. Namun, ada satu yang menjadikan Indonesia lebih dikenal di kalangan dunia, yaitu rempah-rempah yang memperkaya cita rasa makanan Indonesia, dimana setiap daerah mampu menciptakan ciri khas makanan masing-masing dengan menggunakan berbagai jenis rempah. Swiss-Belhotel Airport, Jakarta menghadirkan promosi menu baru dengan tema resep khas daerah di Restoran Swiss-Café™ yang mulai diperkenalkan pada tanggal 25 Agustus 2017.

Rangkaian menu andalan Chef Andi Nuraji, Executive Chef Swiss-Belhotel Airport, Jakarta yang ditawarkan merupakan paduan rempah pilihan dan diolah menggunakan teknik memasak berstandard Internasional, diantaranya: Iga Bakar Sambal Rica yang terdiri dari potongan Iga Sapi yang dipanggang dengan tingkat kematangan yang pas, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih namun tetap lembut, disajikan bersama sambal rica. Selain itu, ada pula Bebek Bakar Sambal Matah merupakan olahan bebek bakar dengan bumbu rempah disajikan bersama sambal matah khas Bali sehingga menciptakan kombinasi rasa pedas dan segar. Selain kedua masakan tersebut, Chef Andi Nuraji juga menyajikan beberapa kreasi lainnya seperti, Nasi Timbel Parahyangan, Lontong Kuah Kari Ayam, dan Nasi Krawu Gresik ke dalam menu rekomendasi.

Rangkaian menu masakan tersebut akan tersedia dan dapat dinikmati di Restoran Swiss-Café™ mulai tanggal 1 September mendatang. “Swiss-Belhotel Airport, Jakarta secara berkesinambungan akan terus berkreasi dan menghadirkan menu-menu khas Nusantara dalam upaya kami untuk berpartisipasi dalam mengangkat cita rasa khas nusantara dalam hidangan berstandar international. Kami berharap dengan hadirnya menu-menu baru di Restoran Swiss-Café™ ini, kami dapat lebih memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada para pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta,” ujar Deddy Sasmita selaku General Manager SwissBelhotel Airport & Zest Hotel Airport, Jakarta.

read more
1 2
Page 2 of 2