close

TERAS

Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018

Kegiatan Prafestival dan Festival di Festival Sa-Pa 2018

WhatsApp-Image-2018-05-07-at-05.44.56-768×543

Berikut ini adalah Kegiatan Prafestival dan Festival yang ada di Festival Sa-Pa 2018

Dicatat ya!

Prafestival

Lomba Resensi Buku Rahel Pergi ke Surga Sendiri
Lomba Menulis Cerpen ATAU Puisi Dengan Tema Tokoh Perintis Gereja Tradisional
Kegiatan Budaya
Wisata Rohani ke-5 Gereja Tua di Batavia
Wisata oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)

Festival

1. Kegiatan Kreatif
Teknis Menulis Puisi Petik Kata,
Sinau Sastra
Mengembangkan Tokoh Anak dalam Kitab Suci

2. Program Utama: Bincang-Bincang & Diskusi

2.1. Bincang-Bincang
Aku dalam Kamu, Kamu dalam Aku: Refleksi tema Festival bersama Litera.id
Lukisan-lukisan yang Berbicara Sepanjang Masa bersama Seruni
Bertemu Andar Ismail Penulis Seri Selamat
Menulis sampai ke Roma bersama Eka Budianta
Minum Teh bersama Ayu Utami

2.2. Diskusi
Panggilan Puisi: Para pengulik kata dan makna
Pada Suatu Hari: Elemen penting dalam dongeng anak
Pasal & Ayat Tabu: Dibuang atau Dimanfaatkan?
Merayakan Kepedihan: Cerita nyata melebihi fiksi
Konflik Agama & Kebhinekaan dalam Cerita
Inspirasi Pertamaku: Pengalaman pengarang muda
Hoaks: Sejarah & Perkembangannya
Makna & Simbol dalam Puisi
Hermeneutika & Parodi Sastra
Menjadi terang & garam untuk dunia digital yang gaduh
Masa depan industri penerbitan Kristen
Writingpreneurship

3. Pameran Lukisan & Lelang
4. Eksposisi 12 Tokoh Perintis Gereja Lokal oleh STFT Jakarta
5. Apresiasi dan Pemberian Anugerah
6. Diskusi & Nonton Film bersama Prokles.id
7. Peluncuran Buku
8. Bazar Murah
9. Kegiatan Malam Hari (Poetry slam, Monolog/Teater, Musik, Kuliner malam hari)
10.Kemah Seni untuk Remaja

Email Festival: festivalsa.pa2018@gmail.com
Narahubung
William Sembiring +62 823-1040-1530
Olivia Susan +62 812-8702-2316

read more
Kemah Seni

Acara: Kemah Seni

IMG-20180611-WA0000

Kawula muda di Jabodetabek, ngapain 6-8 Juli 2018?
Ke Bandung, yuk! Ikut Kemah Seni!

Memang boleh ikut?
Boleh dong. Asal umur kamu 14-19 tahun.

Apa saja kelasnya?

Menulis
Buat kamu yang penasaran ingin menulis cerpen atau puisi atau cerita sehari-hari, membuat buku, atau apa saja tentang dunia menulis.
Melukis
Buat kamu yang suka menggambar, ingin tahun teknik melukis, membuat sketsa, dan sekitar ini.
Teater
Nah, buat kalian yang gandrung bermain peran. Siapa tahu bisa tampil di acara puncak Festival.

Tempatnya di mana?

Di Wisma Nav, Jalan Dago Pojok No 36 Bandung.

Siapa Pelatihnya?

Kak Nosen Carol (dari Fakultas Teater IKJ Jakarta)
Kakak-kakak dari SERUNI (Seni Rupa Kristiani)
Kakak-kakak dari Litera.id

Ada biayanya?

Iya, sebesar Rp500.000. Biaya ini untuk transportasi Jakarta-Bandung-Jakarta, penginapan dan logistik, wisata ke Lembang Floating Market, fasilitas kegiatan. Kecuali buat teman-teman Kelas Menulis, sila membawa alat melukis sendiri.

Daftarnya bagaimana?

Sila daftar online di https://bit.ly/2JsS9KT atau melalui email festivalsa.pa2018@gmail.com atau kontak Susan di 0812-8702-2316 atau William di 0823-1040-1530.

Agendanya?

Daftar dulu, dong!

read more
WARA-WARA

Ingin Meluncurkan Buku di Festival Sa-Pa 2018?

Book Launch

Ingin meluncurkan buku di Festival Sa-Pa 2018?

Siapa pun boleh meluncurkan buku di Festival Sa-Pa 2018. Syaratnya, buku terbit antara bulan Juli 2017-Juli 2018. Panitia akan menyediakan ruang berikut volunter yang mengurus dan promosi kegiatannya. Buku dan tambahan promosi silakan bawa sendiri. Praktis, bukan? Bila berminat, daftar ke festivalsa.pa2018@gmail.com atau kontak Susan di 0812-8702-2316 atau William di 0823-1040-1530. Kami tunggu secepatnya

read more
Penulis & Perupa

Penulis Sastra: Ayu Utami

Ayu Utami

Ayu Utami mendapat penghargaan dalam dan luar negeri untuk karya sastranya, antara lain Prince Claus Award dari Belanda. Novel pertamanya, Saman (1998), terus dicetak hingga kini dan telah diterbitan ke dalam 10 bahasa asing. Beberapa novelnya antara lain Larung dan Bilangan Fu, juga telah diterbitkan dalam bahasa asing. Ayu pernah menjadi wartawan dan kini adalah direktur Literature & Ideas Festival (LIFEs) yang diadakan di Komunitas Salihara setiap Oktober.
Di Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018, Ayu akan tampil dalam dua kesempatan.
Pertama, Ayu akan berbincang Spiritualisme Kritis, konsep yang pertama kali ditulisnya dalam novel Bilangan Fu 2008. Setelah itu, ia turunkan dalam pelbagai buku, antara lain Seri Spiritualisme Kritis dan Menulis & Berpikir Kreatif cara Spiritualisme Kritis. Secara sederhana, konsep ini merujuk pada sikap spiritual yang tidak mengkhianati nalar kritis. Tapi, secara khusus Ayu mengkonseptualisasikannya dalam pengalaman spiritual dan intelektual Nusantara.
Kedua, khusus untuk para pendidik, Ayu akan bicara soal Peta Sastra Kebangsaan. Menurutnya, mengajarkan kekayaan intelektual dan kebhinekaan bangsa kepada siswa sekolah dapat melalui pelajaran sastra Indonesia. Karya tulis dari era Kartini hingga sekarang dapat dibaca sebagai sejarah pemikiran kebangsaan. Ayu menawarkan sebuah sistem sederhana untuk mengajak siswa membaca dalam kelompok supaya mudah memahami sejarah pemikiran kebangsaan yang kaya—bahkan hanya dengan satu murid membaca satu buku! Dengan harapan generasi muda dapat mengejar ketertinggalan dalam literasi.

read more
OASE

Kedudukan

crown-759296_960_720

Orang Yahudi purba terancam genosida. Sebabnya sepele. Karena Haman benci Mordekhai. Benci sampai ke ubun-ubun. Haman orang Amalek. Mordekhai orang Yahudi asli.
Berawal dari Haman diangkat panglima. Kedudukannya dengan Raja Ahasyweros (Xerxes dalam bahasa Inggris, memerintah Persia Kuno 522-486 SM), sebelas dua belas.
Kekuasaan Persia saat itu tersebar dari India sampai Etiopia. Terbagi dalam 20 daerah administratif. Dibagi menjadi 127 wilayah. Masing-masing wilayah dipimpin oleh seorang bupati.
Saat ia diangkat, Raja memberi instruksi untuk hormat kepadanya. Dengan cara berlutut dan sujud.
Haman gila hormat. Mordekhai tidak berlutut dan sujud ketika berpapasan dengannya. Melihatnya, ia jengkel. Ia menelusuri asal-usul Mordekhai. Makin benci setelah tahu Mordekhai orang Yahudi.
Mordekhai juga punya masalah. Agama Yahudi punya banyak aturan. Menuntut mereka taat pada hukum Allah melalui Musa. Yaitu Hukum Taurat. Ia tidak boleh berlutut dan sujud melebihi Allahnya.
Haman orang Amalek. Ia keturunan raja Agag. Bangsa Amalek dan bangsa Yahudi bermusuhan sejak zaman Saul, raja pertama Israel (1030-1000 SM). Waktu perang, Saul diperintahkan untuk menghabisi orang Amalek. Namun ia selamatkan rajanya. Lalu Samuel, hakim Israel masa itu, mencincang Raja Agag. Haman lahir dari keturunan Agag yang berhasil kabur dari perang itu.
Karena dendam, Haman menyusun UU. Isinya, membunuh orang Yahudi adalah sah. UU dibuat pada bulan Nisan (bulan pertama kalender Yahudi). Pelaksanaan jatuh pada tanggal 13 bulan Adar (bulan ke-12).
Dalam rangka melaksanakan misi, butuh banyak uang. Honorarium penerjemah UU dari bahasa Aram ke bahasa masing-masing wilayah. Ongkos pesuruh cepat dan penyewaan kuda. Dan koordinator misi. Seluruhnya 375 ton perak (kurs perak hari ini Rp10.250).
Semua Haman siapkan. Terakhir ia UU perlu stempel kerajaan agar sah dan kuat. Stempel adalah cincin Raja. Ia menghadap raja dan menceritakan semuanya.
Dan dana operasional saya tanggung sendiri,” kata Haman.
Itu uang-uangmu. Laksanakan, jawab Raja.
Raja melepas cincinnya. Cincin ditekan pada 127 lelehan lilin untuk dibuat stempel. Lalu pesuruh-pesuruh cepat berangkatlah. (Pembawa surat berkuda ini merupakan sistem pos kuno yang dibuat sejak raja Koresy pada 535 SM).
UU itu bikin seluruh dunia gempar. Merespons UU tersebut, Mordekhai secara demonstratif meraung-raung di pintu gerbang. Kalau zaman sekarang, di bundaran HI atau di depan Istana Presiden.
Aksi Mordekhai sampai ke telinga Ester. Ester (Hadassah bahasa Ibrani) adalah ratu Persia. Ia sepupu Mordekhai. Namun identitas keyahudiannya tak seorang pun tahu.
Informan Ester mendapat info soal latar belakang aksi Mordekhai. Dan Mordekhai mengatakan satu rahasia kepadanya. Bahwa mungkin, alasan Ester masuk ke lingkaran kerajaan berkedudukan sebagai ratu- dipersiapkan untuk maksud seperti ini. Arti lainnya, ia harus melakukan sesuatu dengan posisinya sebagai Ratu.
Ester sangat tertekan. Empat tahun ia menjadi ratu. Semua aman-aman. Ia tak pernah terlibat dalam politik. Sampai peristiwa ini. Posisinya membingungkan. Dimakan ayah mati. Dibuang ibu dibunuh.
Ini risiko Ester kalau dia terlibat di sini. Satu, identitas keyahudiannya akan terbuka. Dua, UU itu akan membunuhnya juga.
Ester seperti mau mati rasanya. Saking tegangnya ia menetapkan puasa tiga hari. Dan pada hari ketiga, ia merasa tenang dan siap. Ia siap bukan untuk menghadap raja. Ia siap karena sudah menerima segala kemungkinan. Bila aku harus mati, matilah, batinnya.
Ia pun mengenakan gaun kebesarannya. Berdiri di pelata ran istana. Ia menunggu raja melihatnya. Lalu raja mengulurkan tongkat emas. Artinya, raja tidak tahu apa-apa soal intrik kerajaan. Tetapi ia masih waswas. Siapa tahu informan Haman mengendus rencananya.
Apa yang kauinginkan, Ratuku? Setengah kerajaan pun akan kuberikan, kata Raja kepada Ester. Suasana hatinya sedang bagus, pikir Ester.
Hambamu ini mengadakan perjamuan minum anggur. Kalau berkenan, biarlah Raja dan Haman, panglima raja, datang.
Haman pun dipanggil. Mereka duduk bertiga. Makan dan minum. Ester melempar senyum sambil mempelajari wajah Haman. Wajah Haman lurus saja.
Sekarang, sebutkan apa permintaanmu, Sayang?
“Rajaku, hamba mengadakan perjamuan minum besok pada jam seperti ini. Bila berkenan Raja dan Panglima Haman datang.
Mendapat undangan kedua kalinya, hati Haman melambung tinggi. Ester tidak langsung mengemukakan masalahnya tapi menunggu. Mungkin ia menunggu sampai Haman memperlihatkan jati dirinya. Atau memberi kesempatan raja untuk tahu siapa Haman.
Dalam perjalanan pulang, Haman berpapasan Mordekhai. Mordekhai masih tidak berlutut dan tidak sujud. Panas hati Haman kian membara. Satu rencana jahat tumbuh di pikirannya.
Di rumah, ia membeberkan kekesalan hatinya kepada Zeresy, istinya. Kalau dia selalu menjadi sumber masalahmu, gantung dia di tiang, saran istrinya. Sore itu juga Haman menyuruh orangnya membuat gantungan setinggi 25 meter. Besok pagi kupastikan ia sudah disula di sana, katanya. Malam itu ia tak sabar menunggu pagi.
Pada malam yang sama, Raja Ahasyweros tidak bisa tidur. Ia gelisah. Subuh-subuh, ia panggil pegawainya. Minta dibacakan peristiwa-peristiwa kerajaan. Salah satunya tentang Mordekhai yang pernah berbuat jasa. Dua sida-sida bersekutu membunuh Raja. Gagal karena laporan Mordekhai.
Mordekhai dapat apa atas jasanya itu?
Tidak ada, Raja.
Persis waktu itu Haman memasuki pelataran. Raja menyuruh Haman masuk.
“Haman, penghargaan apa yang layak bagi seorang yang telah berjasa kepada Raja?
Haman mengira, orang berjasa yang dimaksud raja adalah dirinya. Tanpa berpikir panjang, ia menjawab, orang itu harus dipakaikan pakaian kebesaran, diberi mahkota, diarak keliling kota dengan kereta kerajaan, agar warga mengelu-elukan dia pahlawan.
“Usul yang bagus. Hari ini juga, lakukan apa yang kau bilang itu kepada Mordekhai.
Haman bagai disambar petir mendengarnya. Ia nyaris terserang stroke. Tetapi ia melaksanakan tugasnya. Membesarkan lawan politiknya.
Selesai acara, Haman pulang. Dan ia curhat kepada istrinya. Mendengar itu, istrinya berkata, Jika kamu sudah jatuh sekarang ini di depan Mordekhai, orang Yahudi itu, kau takkan sanggup melawan dia. Kecuali kamu bertindak hati-hati.”
Lalu persis magrib ia dijemput sida-sida kerajaan ke perjamuan minum Ratu.
Haman duduk bersama Raja dan Ratu, minum anggur. Ia merasa cemas.
Sekarang, katakan pemintaanmu, Sayang? kata Raja kepada Ester.
“Rajaku, bangsa hambamu ini telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh, dan dibinasakan. Sekarang yang kuminta adalah nyawaku sendiri,” kata Ester.
Jantung Haman seperti tak berdetak mendengar penuturan Ratu. Jadi Ratu orang Yahudi?
Siapa orang yang merancang rencana keji itu, Sayangku?
Dialah Haman, orang jahat itu!
Wajah Haman putih seperti kapas.
Raja murka. Ia bergegas ke taman untuk menenangkan hatinya. Sementara itu Haman memohon nyawa kepada Ratu, yang berbaring di katilnya. Dari taman Raja melihat pemandangan itu, marahnya memuncak, Berani-beraninya si sontoloyo itu menggagahi Ratuku di istanaku sendiri!”
Mendengar itu, pegawai istana segera menutupi wajah Haman. (sebagai tanda akan dihukum mati karena melanggar peraturan istana). Dan Harbona, salah satu sida-sida, berkata, Haman membuat tiang gantungan untuk menyulakan Mordekhai.
Sulakan dia di tiang yang dia buat sendiri! titah Raja.
Cerita ini tidak berakhir bahagia. Pada 13 bulan Adar tetap berlumur darah. Kisah ini menjelaskan bahwa kedudukan bukanlah sarana untuk mengamankan diri. Kedudukan merupakan kekuatan strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi kemaslahatan umat manusia.
(itasiregar/Juni2018)

read more
Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018

Sayembara Menulis Cerpen ATAU Puisi

book-707388_1920

Sayembara Menulis Cerpen ATAU Puisi

Tema: Perintis Gereja Tradisional

Pernahkah membaca kisah Kyai Sadrakh (1835-1924) atau Nommensen (1834-1918) dan terkesan dengan kehidupannya? Ini saat yang tepat untuk mengungkap kisah mereka dalam bentuk cerpen atau puisi.

Anda juga dapat memilih Denninger (1865-) yang berkarya di Gunung Sitoli Nias, Joseph Kam (1769-1833) di Maluku, Antonie Anis van de Loosdrecht (1885-1917) di Toraja, Johann Geissler (1830-1870) di Irian/Papua, Ibrahim Tunggul Wulung (1840-1885), Paulus Tosari (1813-1882), atau sila memilih sendiri nama yang Anda minati.

Syarat:
1. Peserta adalah mahasiswa teologi atau masyarakat umum.
2. Memilih satu tokoh di atas atau memilih sendiri.
3. Peserta boleh mengirim lebih dari satu karya untuk masing-masing kategori tulisan.
4. Panjang cerpen maksimal 1300 kata. Puisi bebas.
5. Naskah di-email ke festivalsa.pa2018@gmail.com dengan menyertakan identitas data diri (KTP/ SIM).
6. Naskah sudah diterima oleh Panitia selambatnya 15 Juli 2018 pukul 24.00.
7. Panitia akan menentukan 10 naskah terbaik untuk kedua kategori.
8. Nama-nama pemenang akan diumumkan pada 30 Juli 2018 di Litera.id dan bpr.pgi.or.id
9. Setiap pemenang akan mendapat hadiah Rp 750.000,00
10. Satu pemenang dari tulisan yang dianggap paling inspiratif akan diundang ke Festival Sa-Pa 2018 dan berhak mengikuti seluruh rangkaian acara.
11. Keputusan juri mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih atas partisipasinya.
Panitia Festival Sa-Pa 2018

Shortlink: http://wp.me/p8ZXIg-bO

read more
Pengumuman

Undangan untuk Penulis dan Perupa

UndanganPenulisPerupa

Undangan untuk Penulis dan Perupa

Panitia Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018 mengundang penulis dan perupa di seluruh Tanah Air untuk mengirim karya terbaiknya.
Persyaratan untuk penulis:
– Penulis adalah warga negara Indonesia berusia 15-35 tahun.
– Penulis telah menulis karya sastra berupa puisi, cerpen, novel, naskah drama atau skenario film.
– Bentuk penerbitan karya berupa buku, kumpulan tulisan yang sudah pernah terbit atau naskah yang belum terbit.
– Penulis yang karyanya sudah diterbitkan dalam bentuk buku dapat mengirimkannya ke alamat:

Panitia Festival Sa-Pa 2018
Gedung PGI
Jalan Salemba No.10 Jakarta Pusat
Narahubung: +6281287022316 (Susan)

– Penulis yang belum menerbitkan buku dapat mengirim 15 puisi terbaik atau 5 cerpen terbaik atau 1 naskah novel atau 2 naskah drama/skenario film ke email festivalsa.pa2018@gmail.com, dengan menuliskan subjek: “Karya Penulis Festival Sa-Pa 2018”.

Persyaratan untuk perupa:
– Perupa adalah warga negara Indonesia berusia 15-35 tahun.
– Perupa telah membuat karya berupa lukisan, ilustrasi, komik, sketsa.
– Karya di-scan dan dikirim ke email festivalsa.pa2018@gmail.com, dengan menuliskan subjek: “Karya Perupa Festival Sa-Pa 2018”.

Persyaratan umum:
– Penulis atau perupa melampirkan biodata disertai foto, nomor telepon dan email yang jelas. Mohon untuk melengkapi kegiatan di komunitas masing-masing, bila ada.
– Penerimaan karya dimulai 7 Mei hingga 30 Juni 2018 pukul 24.00.

Panitia akan memilih 10 penulis dan perupa yang sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Panitia. Setelah melewati proses kurasi, nama-nama yang terpilih akan diumumkan pada 15 Juli 2018 di Litera.id dan bpr.pgi.or.id dan akan dihubungi masing-masing melalui email dan telepon. Bagi penulis atau perupa terpilih yang berdomisili di luar Jakarta, biaya transportasi dan akomodasi selama berlangsungnya kegiatan Festival, akan ditanggung oleh Panitia.
Atas partisipasi dan kerjasamanya, Panitia mengucapkan terima kasih.

Panitia Festival Sa-Pa 2018

Shortlink: Undangan untuk Penulis dan Perupa http://wp.me/p8ZXIg-bK

read more
Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018

Kepaniteraan Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018

LogoFestSaPa2018

Pengarah

1. Gomar Gultom (MPH PGI)
2. Dharma E. Hutauruk (Yayasan Komunikasi Bina Kasih)
3. Eka Budianta
4. Saefudin (LAI)

Pelaksana

Ketua: Ita Siregar
Wakil Ketua: Abdiel Fortunatus Tanias
Sekertaris: Olivia Susan
Bendahara: Nosen Carol
Acara: Olivia Elena, Setiyoko Hadisusanto, Dina Tuasuun, Keke Aritonang, Sigit Darmawan,
Jan Calvin Pindo, Syarif Oppusunggu, Pitter Maanana
Logistik & Perlengkapan: Risma Latulesil, Richard Riruma, Ryan Stevano
Humas & Publikasi: Audrey Tangkudu
Desainer: Andes Vergia
Sie Dana: Carmelia Sukmawati
Koordinator Volunter: Olivia Susan

Sekretariat:

Gedung PGI, Jalan Salemba No 10, Jakarta Pusat

Rekening Panitia

Bank BCA no 5730-406-888 a/n. Yayasan Komunikasi Bina Kasih

Kontak

Olivia Susan 0812-8702-2316
Email: festivalsa.pa2018@gmail.com
Website: Festival Sastra & Perupa Kristiani 2018
Atau Scan QR Code dibawah:

Shortlink: http://wp.me/p8ZXIg-bD

read more
Tema & Penyelenggara

Aku dalam Kamu, Kamu dalam Aku

Lukisan Aku dalam Kamu

Aku dalam Kamu, Kamu dalam Aku

Menjadi Indonesia dan Kristen adalah sebuah anugerah. Merayakan kesatuannya dalam seni sastra dan seni rupa adalah sebuah cara indah. Dalam rangka itulah Biro Pemuda & Remaja PGI bekerja sama Litera.id dan Seruni (Seni Rupa Kristiani) menyelenggarakan Festival Sastra & Rupa Kristiani 2018.
Tema yang dipilih adalah Aku dalam Kamu, Kamu dalam Aku, dengan subtema Ragam Ekspresi Iman.
Tema tersebut dilambari narasi yang dituturkan oleh penulis Injil Yohanes ketika orang percaya pada masa itu menghadapi tekanan yang berat dari pemerintah Roma. Di tengah situasi yang sangat buruk -mereka memertahankan iman sekali pun mesti kehilangan nyawa- penulis menggemakan pernyataan Yesus kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Yohanes 14:20). Pernyataan itu mengajak orang percaya untuk meyakini bahwa Yesus hadir dalam kehidupan mereka, di mana dan apa pun yang sedang dihadapi.
Hal ini tetap relevan dengan kondisi kita sekarang. Dalam situasi yang berbeda, menjadi Indonesia dan Kristen adalah kesempatan untuk menyatakan keberdiaman Yesus di dalam kita dan kita di dalam Yesus, termasuk melalui seni.
Sedangkan subtema dilambari narasi yang dituturkan oleh penulis Kitab Kejadian, tentang kisah Esau dan Yakub. Yakub pernah kabur dari Esau setelah ia mengambil berkat sulung milik abangnya itu, dengan cara licik. Berkelana puluhan tahun di negeri orang dan dalam perjalanan pulang kampung, Yakub diliputi ketakutan luar biasa. Ia membayangkan tampilan fisik Esau yang tinggi dan berbulu, sebuah kesan yang mengerikan baginya, sehingga membayangkan wajah Esau baginya adalah wajah kematian.
Melalui peristiwa perjumpaan yang dahsyat dengan Allah pada malam sebelum ia bertemu Esau, hatinya dikuatkan. Yakub berani menghadapi Esau, yang diluar dugaannya, abangnya itu memeluk dan menciumnya, dengan sepenuh kerinduan. Pada perjumpaan yang mengesankan itulah Yakub mengeluarkan seruan yang luar biasa: “Melihat mukamu bagiku serasa melihat wajah Allah” [Kejadian 33:10].
Wajah adalah tampilan yang dapat dilihat. Melalui wajah, kita dapat melihat apa dan siapa yang hendak ditampilkan. Ragam Ekspresi Iman sejatinya menjadi wajah dari apa yang hendak kita kemukakan. Dengan demikian seluruh ekspresi iman yang hadir melalui karya seni bukan sekadar menampilkan wajah orang Indonesia Kristen, tetapi lebih jauh lagi menampilkan wajah Tuhan. Dan menampilkan wajah Tuhan melalui ragam ekspresi seni hanya dimungkinkan ketika kita menghayati bahwa kita tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita.

Penyelenggara

PGI Biro Pemuda dan Remaja
Litera.id
SERUNI

Penerbit Bina Kasih
STFT Jakarta

Shortlink: Aku dalam Kamu, Kamu dalam Aku http://wp.me/p8ZXIg-b3

read more
Dapur Redaksi

Tim Redaksi

lego-2310286_1920

Tuan Rumah Litera.id

Pemimpin Umum
Syarif Oppusunggu

Redaktur
Ita Siregar

Tim Redaksi
Dedy Tri Riyadi (Puisi)
Sihar Ramses Simatupang
Olivia Elena Hakim

Sekretaris
Olivia Susan (WA 0812-8702-2316)

Desain & Pengelola Web
Tommy Bernardus
Herry Yuliatmanto

Urusan di luar Redaksi
Abdiel Fortunatus Tanias

Kontak Litera.id
redaksi@litera.id
literamagz@gmail.com
marketing@litera.id (Iklan & kerjasama)

Media Sosial
Facebook: literamagz & majalah litera
Instagram: @literamagz
Twitter: @idlitera
Youtube: Majalah Litera

Rekening
a.n Yayasan Komunikasi Bina Kasih
BCA Cabang C’One Cempaka Putih
Nomor Rekening 5730406888

Alamat Surat
Yayasan Komunikasi Bina Kasih
Jl Letjen Suprapto 30 D-E
Cempaka Putih, Jakarta 10510
Telepon: (021) 4209586
Faks: (021) 4250357
Email: redaksi@litera.id

 

 

read more
1 2
Page 1 of 2