close

TERAS

PuisiTERASWARA-WARA

Saul Menjadi Raja -Senandung Samuel

Nuremberg-Bible-1483 Samuel Anointed Saul

Wahai Saul anak Kisy anak Abiel
dari kaum Benyamin kau berasal
matamu muda dan segar
engkau sungguh elok
bahumu lebih tinggi dari orang-orang sebangsamu
dan Tuhan telah memilihmu di antara anak-anak ayahmu

Ayahmu kehilangan keledai-keledai betina
bersama abdimu kau pergi mencari keledai-keledai itu
meniti pegunungan Efraim
melintasi tanah Salisa
tetapi hewan-hewan itu bersembunyi dari matamu

Lalu kau memintas tanah Sahalim
ke tanah Benyamin
Setiba di tanah Zuf
kau bertitah kepada abdimu
Marilah kita kembali
tiga hari sudah kita mencari
sekarang ayahku tidak lagi mengkhawatirkan keledai-keledai itu
tetapi kitalah yang dikhawatirkannya

Namun abdimu menyanggah
Marilah kita menemui seorang pelihat
seorang yang terhormat
segala yang dikatakannya pasti terjadi
barangkali ia akan memberitahukan kita tentang perjalanan ini

Dengan seperempat syikal perak kau pergi menyambangi pelihat itu
Tiba di kota gadis-gadis perigi berseru
Cepatlah ke kota
ada perjamuan korban di bukit
kau akan menemui pelihat itu di sana

Tetapi saat kau mendaki ke kota
kau beradu kening dengannya

Pelihat itu memandang matamu dan tak terkesiap
karena kemarin Tuhan telah memperingatkannya bahwa
Besok sesiang ini
akan datang laki-laki muda dari tanah Benyamin
urapilah dia menjadi raja atas umatku Israel

Tetapi kau bersoal di manakah rumah pelihat itu
Akulah pelihat itu jawab orang itu
naiklah ke bukit dan makanlah bersamaku
besok pagi aku akan memberitahu kepadamu
segala sesuatu yang ada dalam hatimu

Siapakah yang  memiliki segala yang diingini orang Israel
wahai Saul anak Kisy anak Abiel
Bukankah itu ada padamu dan pada seluruh kaum keluargamu

Dan di pendopo di bukit itu
kau dan abdimu duduk di tempat utama
di hadapan tiga puluh orang yang telah diundang
untuk menjadi saksi bagimu

Seorang juru masak menghidangkan paha dari anak kambing muda tak bercacat
dan segala jamuan terbaik, disajikan di hadapanmu
Lihatlah makanlah sebab perayaan ini
telah disimpan untukmu

Kau duduk makan berhadap-hadapan pelihat itu
dan turun ke kota bersamanya
kau duduk di sotoh rumahnya
bercakap-cakap mesra dengannya

Saat fajar menyingsing pelihat itu berkata kepadamu
Bangunlah
biarlah abdimu itu pergi mendahului kita
saat itulah aku akan memberitahukan perkataan Tuhan tentangmu

Kau hanya diam dan melihat
pelihat itu dengan buli-buli di tangannya
menuangkan minyak ke atas kepalamu
menciummu dengan rasa sayang dan berkata
Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel

Inilah tandanya bagimu wahai Saul anak Kisy anak Abiel
ketika kau pergi nanti kau akan bertemu
dua laki-laki di dekat kubur Rahel
di daerah Benyamin, di Zelzah mereka akan
berkata keledai-keledai ayahmu telah ditemukan
dan sekarang lihatlah ayahmu mencemaskan keadaanmu

Lalu kau terus berjalan
sampai ke pohon tarbantin Tabor
kau akan disongsong tiga laki-laki yang akan menghadap Allah
di Betel seorang membawa tiga ekor anak kambing
seorang membawa tiga ketul roti
yang lain sebuyung anggur
Mereka akan mengucapkan salam
dan memberimu dua ketul roti
lalu kau akan tiba di Gibea Allah
tempat kedudukan pasukan Filistin

Dan kau akan masuk kota wahai Saul anak Kisy anak Abiel
kau akan berjumpa serombongan nabi
yang menuruni bukit ketika itulah
Roh Tuhan berkuasa atasmu
kau akan kepenuhan bersama mereka
berubah menjadi manusia lain
apa saja yang didapat oleh tanganmu
Allah menyertai engkau

Dan pergilah ke Gilgal mendahului aku wahai Saul anak Kisy anak Abiel
aku akan datang kepadamu mempersembahkan
korban bakaran dan korban keselamatan
dan kau harus menungguku selama tujuh hari
sampai aku datang kepadamu

Namun segala tanda itu terjadi pada hari itu juga
karena itu orang banyak bertanya-tanya
Apakah Saul termasuk golongan nabi

Lalu pamanmu bertanya dari mana kamu
Kau menjawab mencari keledai-keledai ayahku
Tetapi tentang pelihat itu dan bahwa kau telah diurapi menjadi raja
tak kau ceritakan kepadanya

Kemudian di hadapan Tuhan di Mizpa wahai Saul anak Kisy anak Abiel
aku menghimpun umat Israel dan berkata kepada mereka
Tuhan telah mendengar permintaanmu seorang raja
Sekarang berdirilah di hadapan Tuhan menurut suku dan kaummu
Lalu didapatilah suku Benyamin
Dan suku Benyamin tampil menurut kaum keluarga mereka
didapatilah kaum keluarga Matri
dari keluarga Matri tampillah seorang demi seorang
dan didapatilah engkau wahai Saul bin Kisy bin Abiel

Tetapi engkau bersembunyi di antara barang-barang
mereka mencarimu dan membawamu ke hadapan bangsa itu
lalu mereka bersorak gembira karenamu
hidup raja

Dan inilah hakmu sebagai raja wahai Saul anak Kisy anak Abiel
anak laki-laki dari bangsamu akan bekerja untukmu
pada kereta pada kuda
mereka akan berlari di depan keretanya di depanmu
kau akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu pasukan lima puluh
mereka akan membajak ladangmu dan mengerjakan tuaianmu
akan membuat senjata-senjata dan perkakas kereta untukmu

Anak-anak perempuan bangsa itu akan menjadi juru campur rempah-rempah
juru masak
juru makanan

Kau akan mendapat sepersepuluh dari bagian yang terbaik dari ladang mereka
dari kebun anggur mereka
dari kebun zaitun mereka
dari ladang gandum mereka

Mereka akan memberikan kepadamu
budak-budak laki-laki mereka
budak-budak perempuan mereka
ternak mereka
dan keledai
dan kambing domba
sepersepuluh yang terbaik menjadi bagianmu
dan bangsa itu akan menjadi budakmu hambamu

Lalu kau pulang ke rumahmu di Gibea
bersama orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah

Demikianlah dengan undian kau menjadi raja
Bukankah segala yang diingini orang Israel ada padamu wahai Saul anak Kisy anak Abiel

gambar koleksi metmuseum.org

is/Apr2018

read more
Dapur Redaksi

Tim Redaksi

lego-2310286_1920

Tuan Rumah Litera.id

Pemimpin Umum
Syarif Oppusunggu

Redaktur
Ita Siregar

Tim Redaksi
Dedy Tri Riyadi (Puisi)
Sihar Ramses Simatupang
Olivia Elena Hakim

Sekretaris
Olivia Susan (WA 0812-8702-2316)

Desain & Pengelola Web
Tommy Bernardus
Herry Yuliatmanto

Urusan di luar Redaksi
Abdiel Fortunatus Tanias

Kontak Litera.id
redaksi@litera.id
literamagz@gmail.com
marketing@litera.id (Iklan & kerjasama)

Media Sosial
Facebook: literamagz & majalah litera
Instagram: @literamagz
Twitter: @idlitera
Youtube: Majalah Litera

Rekening
a.n Yayasan Komunikasi Bina Kasih
BCA Cabang C’One Cempaka Putih
Nomor Rekening 5730406888

Alamat Surat
Yayasan Komunikasi Bina Kasih
Jl Letjen Suprapto 30 D-E
Cempaka Putih, Jakarta 10510
Telepon: (021) 4209586
Faks: (021) 4250357
Email: redaksi@litera.id

 

 

read more
Profil

Situs Resmi Majalah Litera

kindle-381242_1920

Pertama kali membaca Litera? Atau baru mengenal kami via media digital ini?

 

Latar belakang
Sastra adalah bagi jiwa. Sastra merupakan tulisan yang bernilai artistik dan menyajikan keindahan dari segi isi dan ungkapan. Alkitab, sebagai sastra, adalah sebuah karya yang ditulis melalui ilham ilahi dalam rentang waktu yang sangat panjang dan beragam sudut pandang. Alkitab terdiri dari perjanjian lama dan perjanjian baru yang sebagian besar isinya ditulis dalam bentuk narasi (kitab-kitab taurat dan kitab para nabi), sajak (amsal, mazmur, dll.), narasi keempat injil,  kisah para rasul,  dan esai (surat-surat Paulus, dll).

Alkitab sebagai kitab suci adalah buku yang terbuka bagi setiap  orang. Artinya, setiap orang dapat membaca dan memberi pemahaman sesuai situasi dan konteks yang ada. Dalam hal ini, teks-teks kitab suci dapat langsung menjumpai pembacanya secara personal atau secara komunal. Ketika manusia membaca kitab suci akan terjadi dialog. Kitab suci membaca manusia  dan manusia bercermin pada kitab sucinya. Berangkat dari dialog inilah Majalah Litera hadir sebagai wadah yang menyodorkan alternatif membaca kitab suci secara kreatif, dengan melonggarkan ruang-ruang padat atau mengisi ruang-ruang kosong dalam teks, serta menarasikan kembali dalam bentuk prosa atau puisi, yang memberi makna baru pada teks.

Konsep
Sastra yang menyajikan tema-tema religi, kemanusiaan, dan keberagaman.

Visi
Mewujudkan komunitas harmonis yang berliterer dan bereligiositas.

Misi

  • Berkembangnya sastra dengan kekuatan tema religi, kemanusiaan, dan keberagaman di Tanah Air.
  • Terbentuknya komunitas sastra yang menyukai tema-tema religi, kemanusiaan dan keberagaman.
  • Lahirnya penulis-penulis yang berkarya dengan baik
  • Memproduksi karya-karya bermutu sebagai sumbangan kepada khazanah sastra di Tanah Air.
read more
1 4 5 6
Page 6 of 6