close
Ill Mira Waria

-setelah membaca Kematian Sang Waria oleh Andreas Harsono

mira waria dituduh mencuri dompet dan telepon genggam
pemilik dompet seorang sopir melapor kepada preman
preman mendatangi mira waria di kamar kos sederhana
diajak ke tempat parkir longroom new priok container
lima ratus meter dari gang salak kontrakan mira waria

di tempat parkir si pemilik dompet melontarkan tuduhan
dua puluh lima sopir kenek kuli angkutan jadi saksi
mira waria terdesak tak kuasa bela diri
preman preman menunjuk nunjuk kepalanya
memukulnya menghajarnya seperti kesetanan
mira waria lemas terjongkok
mulutnya tetap membantah

sampai seorang jagoan menuang dua liter bensin ke kepala mira waria
suaranya keras mengancam hendak membakar
korek api dinyalakan didekatkan ke muka mira waria
diluar perkiraan si jagoan
percik api melompat jatuh di pakaian dan tubuh mira waria

wusss …. api menjalar cepat

seketika api membakar rambut mira waria gundul
wajahnya menyala hingga gosong
sopir kenek kuli angkutan kabur ketakutan
tinggal sang jagoan panik memadamkan api
melepas baju mira waria digeret masuk ke dalam got
gelora api padam lalu

mira waria keluar dari got sendiri dengan tubuh penuh luka
kakinya berjalan gontai terseok nenuju kontrakan sederhana
dia pikir lebih bagus menyongsong mati di kamar sendiri
tapi dia jatuh terduduk dekat satu musala
orang berkerumun mencari tahu mencari bantuan
membawa mira waria ke rumah sakit koja
kala itu adzan bergema sendu di cilincing

esok harinya mira waria memutuskan mati sendiri
meninggalkan kenalan dan kawan kumpulkan sumbangan
empat juta untuk bayar biaya rumah sakit dan tanah kuburan

mira waria merasa tak ada lagi alasan hidup di dunia
setiap hari hanya menunggu berganti
diskriminasi penghinaan penangkapan
negeri ini mencatat delapan puluh delapan persen korban kriminalisasi
terjadi pada manusia seperti mira waria atau transgender istilah ilmiahnya
sudah berlangsung dua belas tahun dan pasti
takkan banyak berubah kecuali peningkatan kekerasan

mira waria tahu tak ada lagi alasan hidup di dunia
dia tak menyesali hidup empat puluh dua tahun
dilahirkan ibu tersayang di makassar
melewati banyak waktu bingung memahami diri
pada ketika ia mampu menamai diri
saat sama keluarga menolak hidup yang dipilihnya
tak ada jalan lain kecuali tinggalkan semua di kampung
kabur ke ibukota tanpa ktp tanpa keterampilan

ia membuktikan ibukota lebih kejam dari ibu tiri
hidup tak mudah hingga ia jajakan diri mudah
sekadar napas lebih panjang hingga esok hari
seperti godot ia menunggu hidup menjadi ramah
tapi manusia sejenis mira waria akan selalu dikepung basa basi gaya negeri ini
empat puluh sembilan produk hukum dan kebijakan bahkan
diskriminasi adalah jerat bagi orang sejenis mira waria dikriminalisasi
undang undang anti pornografi bilang seks sesama jenis menyimpang
aturan agama menghukum mati matian manusia serupa mira waria
dengan cambuk seratus kali dan penjara seratus bulan

di negeri ini manusia serupa mira waria harus paham
bahwa tak ada tempat sejengkal terbuka
bahwa menahan napas tak lebih baik daripada bernapas
bahwa berkata jujur akan menjorokkan ke nista lebih dalam
bahwa berpikir untuk mati adalah paling bijaksana
dunia akan baik-baik saja tanpa seorang mira waria
dunia tak peduli meski wajah kemanusiaannya tercoreng tinta tebal

dalam luka terhina paling mencekau
sendu mira waria merasa tenang
dalam ingatan masa kanak-kanaknya
yang maha tak mungkin tak mencintai ciptaannya
dalam keadilan
dalam kemesraan
maka di dekat rumah tuhan ia rebahkan diri
dia tahu yang maha tak menolak siapa pun seburuk apa pun
seperti dunia menyiksanya dengan segala ancaman surga neraka

yang maha dalam ingatannya
adalah tangan yang mendekap sepenuh rindu
menyambut dengan senyum paling baru
membersihkan luka luka tubuhnya
mengecup amis darah kering di keningnya
menghapus semua kenangan buruk di benaknya
menjadi steril dan suci dan
mira waria tak sempat menangis ketika
tuhan menggendong dan mengayunnya di udara
tuhan yang ia kenang pada masa kanak kanaknya
bukan tuhan yang ia dengar pada masa dewasanya

foto shutterstock.com
itasiregar/13/04/20

Tags : mira waria mati terbakar di kos sederhana cilincing
Ita Siregar

The author Ita Siregar

Leave a Response