close

WARA-WARA

TERASWARA-WARA

Mudji Sutrisno, SJ

Romo Mudji

Penulis, perupa, rohaniwan.

Ia lahir di Surakarta pada 12 Agustus 1954. Lulusan Seminari Mertoyudan Magelang (1972) ini masuk Serikat Jesus pada 1973, lalu Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta pada 1977. Ia meraih gelar MA dan PhD dari Universitas Gregoriana Roma (1986). Ia mengikuti Summer Course Religion and Art di Ichigaya Sophia Universitas Tokyo Jepang pada 1990.

Ia menjadi Guru Besar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta pada 2003 dan menjalani Sabbatical Year tahun 2009 di Gregoriana Roma, Italia.

Sebagai penulis, ia telah melahirkan 40 judul buku. Esai, novel dan puisi. Buku terakhirnya Oase: SketsaPuisi (2020). Menggabungkan sketsa dan puisi. Ia juga kurator di Borobudur Writers and Cultural Festival mulai 2012 sampai sekarang. Sebuah perhelatan internasional yang mengangkat tema pemikiran sastra, kesenian dan religi Nusantara.

Yang tidak tuntas diungkapkan dalam prosa dan puisi, ia ekspresikan dalam sketsa. Sebagai perupa, ia telah melakukan pameran tunggal dan bersama sejak 2008. Pameran bersamanya yang berakhir, Sketsa: [Re]Kreasi Garis di Galeri Nasional Jakarta.

Di Festival ini, 6 sketsanya ada di Pameran SAPA Kristiani 2021 di Grha Oikoumene PGI, yang berlangsung mulai 27 Maret sampai 10 April 2021.

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Marianna M Radjawane

Marleen M Radjawane

Lahir pada 15 Maret 1965 di Makassar. Ia meraih Sarjana Astronomi dan Magister Fisika dari Institut Teknologi Bandung. Ia juga sudah menyelesaikan pendidikan Advanced Certificate in Teaching and Learning Program  yang setara S2, di Foundation for Excellence in Education. Sekarang ia tengah studi Program S3 dalam Christian Education dari AGST Alliance dan EAST Singapore.

Ia berpengalaman dalam mengajar IPA dan Matematika dengan kurikulum Nasional maupun Internasional, di sekolah-sekolah dwibahasa. Ia turut menyusun buku Science Gasing Kelas 3-6 yang diterbitkan PT Kandel  pada 2013 dan Excel in Science grade 4 oleh Oxford University Press) pada 2018. Ia anggota tim pembuat modul numerasi SD kelas 1-3 oleh Pusmenjar Kemdikbud pada 2020. Sejak 2007 hingga kini ia narasumber untuk pelatihan  IPA dan Matematika dan kurikulum umum pada jenjang SD, SMP dan SMA, dengan mengampu guru-guru di 28 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Tinggal di Depok.

Di Festival ini, bersama Vonny Ratna Indah dan Ita Siregar ia akan berbagi pengalaman dalam sesi Holistik dalam Sastra, Rupa dan Sains, dipandu Handaka BM pada 27 Maret 2021 pukul 14.30 WIB.

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Setiyoko Hadi

Setiyoko Hadi

Lahir pada 19 Mei 1963.  Ia alumna Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Bandung.

Ia pernah berpameran di Galeri Nasional pada 1993 dan Bienniale Seni Rupa Jakarta IX di Plaza Bintaro. Berbagai pameran diikutinya hingga kini. Pameran tunggalnya tahun 2012 diselenggarakan di Galeri Pelita UPH Tangerang dan pameran online pada tahun 2020.

Ia pernah mengajar Seni Rupa untuk siswa-siswa Papua di Jakarta, Sekolah Filiasofia Pekanbaru dan bimbingan singkat untuk siswa-siswa Sekolah YBS Porsea Sumatera Utara.  Selain itu ia memberikan pelatihan Seni Rupa bagi guru-guru dan komunitas tertentu.  

Di Festival ini dia akan berbagi pengalaman dalam sesi Kota Tua dalam Garis bersama Gogor Purwoko dan Rahardi Handining pada 20 Maret 2021 pukul 14.00 WIB.

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Nai Rinaket

Nai Rinaket

Ilustrator buku anak.

Ia menulis buku Ada Apa Sih? Ada Apa Sih? dan Hana Lapar! Yang diterbitkan oleh Kementerian Pendididikan dan Kebudayaan RI tahun 2019. Ia juga mengelola toko buku daring Toko Buku Kalangan di Instagram.

Di Festival ini, bersama Dina Riyanti dan Evelyn Ghozalli, ia akan berdiskusi yang bertajuk Ilustrasi untuk Bacaan Anak Bertema Sulit, dipandu oleh Dina Tuasuun pada 13 Maret 2021 pukul 15.00-17.00 WIB, via Zoom.

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Evelyn Ghozalli

Evelyn Ghozalli

Ilustrator buku anak.

Ia memulai karir sebagai illustrator anak sejak 2005. Ia mendirikan komunitas ilustrator buku anak Indonesia bernama KELIR pada 2009. The Chair, Taman Bermain dalam Lemari, serta Ahmad dan Domba Kecilnya adalah beberapa hasil karya EorG yang telah meraih penghargaan.

Ia telah membuat ilustrasi lebih dari 80 cerita anak lokal dan mancanegara di bawah nama EorG. Selain menjadi ilustrator, ia mempelajari keahlian lain seperti mengkonsep, mendesain dan menulis buku anak secara autodidak.

Di Festival ini, bersama Dina Riyanti dan Nai Rinaket, ia akan berdiskusi yang bertajuk Ilustrasi untuk Bacaan Anak Bertema Sulit yang dipandu oleh Dina Tuasuun pada 13 Maret 2021 pukul 15.00-17.00 WIB, via Zoom.

 

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Dina Riyanti

Dina Riyanti

Ilustrator buku anak.

Ia menyelesaikan studi MA Children’s Book Illustration di Cambridge School of Art pada Januari 2019. Pada September 2019, ia mengilustrasikan cerita Das Mitternachtskonzert oleh Lena Hach yang dimuat di majalah anak-anak Austria, Papperlappap, nr. 15. Edisi Februari 2021. Karyanya, A Bus Ride, termasuk dalam shortlisted kompetisi ilustrasi buku bergambar Nami Concours 2021 di Korea Selatan.

Di Festival ini, bersama Evelyn Ghozalli (EorG) dan Nai Rinaket, ia akan berdiskusi yang bertajuk Ilustrasi untuk Bacaan Anak Bertema Sulit, dipandu oleh Dina Tuasuun pada 13 Maret 2021 pukul 15.00-17.00 WIB, via Zoom.

 

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Dina Tuasuun

Dina Tuasuun

Alumna Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (sekarang STFT). Ia melanjutkan studi dalam bidang sastra di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan fokus pada sastra anak. Ia juga seorang guru, penulis, penerjemah, dan pendongeng sekaligus pengamat dan penikmat bacaan anak.

Di Festival ini ia akan memandu diskusi bertajuk Ilustrasi untuk Bacaan Anak Bertema Sulit dengan tiga illustrator Dina Riyanti, Evelyn Ghozalli (EorG) dan Nai Rinaket, pada 13 Maret 2021 pukul 15.00-17.00 WIB, melalui Zoom.

 

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Yolanda Pantou

Yolanda Pantou

Pendeta. Aktivis lingkungan.

Ia pendeta di satu gereja di Jakarta. Ia juga tengah menyelesaikan disertasi jarak jauhnya di Vrije Universiteit di Amsterdam, Belanda. Ia terpanggil untuk berjuang dalam isu lingkungan dan keadilan. Ia telah menjadi bagian dari Zero Waste Movement atau Gerakan Bebas Sampah. Gerakan ini mendorong masyarakat untuk mendaur ulang apa pun sehingga semua produk dapat digunakan kembali dan tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir. Ia menyuarakan isu tersebut di dalam dan luar gereja. Ia merasa sangat mendesak agar gereja terlibat langsung dalam isu lingkungan dan penyelamatan bumi.

Di Festival ini, ia bersama Ratu Herlina, pendeta dan aktivis lingkungan dari Kupang, akan membincangnya dalam acara Perempuan & Lingkungan, pada 27 Februari 2021 pukul 13.30 WIB vi Zoom.

Kode gabung: 817 0133 4552; sandi masuk: 254104. Atau klik: https://us02web.zoom.us/j/81701334552?pwd=UnFObS9mVVNUcExVTk5LT3VZZFBVZz09

 

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Herlina Ratu Kenya (Ratu Herlina)

Ratu Herlina

Pendeta. Aktivis lingkungan.

Lahir di Waingapu pada 22 April 1974. Ia lulusan S1 teologi dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (2003) dan S2 Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta (2017). Ia pendeta di Gereja Kristen Sumba jemaat Waingapu. Ia bergerak dalam isu pengembangan ekonomi dan konservasi alam. Tinggal di Sumba.

Di Festival ini, ia bersama Yolanda Pantou akan berbincang soal isu lingkungan dalam acara Perempuan & Lingkungan, pada 27 Februari 2021 pukul 13.30 WIB vi Zoom.

Bagi yang berminat sila bergabung: 817 0133 4552; sandi masuk: 254104. Atau klik: https://us02web.zoom.us/j/81701334552?pwd=UnFObS9mVVNUcExVTk5LT3VZZFBVZz09

 

read more
Festival SaPa Kristiani 2020TERASWARA-WARA

Veronica Larasati

Veronica Larasati

Lahir dan besar di Solo. Ia lulusan Fakultas Ekonomi UI. Ia seorang pengusaha dan bergiat dalam kegiatan sosial di gerejanya. Ia membantu anak-anak berkebutuhan khusus, mencari dana untuk urusan gereja, menjadi ketua Rumah Kita, rumah singgah bagi anak-anak dan perempuan korban kekerasan. Ia juga aktif di Lions Club.

Ia mulai membuka VIP Fine Arts pada 2017 saat dunia lukisan mengalami penurunan. Sebelumnya, ia suka membeli dan mengoleksi lukisan-lukisan yang kena di hatinya. Ia pun kerap menyelenggarakan pameran lukisan dalam rangka mencari dana untuk satu kegiatan.

Pada pameran-pameran beberapa kali ia memperhatikan wajah pelukis yang murung ketika lukisannya tidak terjual. Melihatnya, ia berpikir sederhana: mengapa tidak membuka galeri? Dengan begitu ia menjadi jembatan bagi pembeli dan pelukis tanpa memikirkan untung besar. Ia senang ketika pembeli senang dapat membeli lukisan yang bagus dengan harga yang dapat ia jangkau. Pelukis pun senang ketika lukisannya laku dan diapresiasi oleh orang lain.

Di Festival ini, ia akan berbagi pengalamannya mengelola galeri dalam pembincangan bertajuk Perempuan & Galeri, bersama Christiana Gouw dari CG Artspace & Rumah Miring, dan Melani Setiawan seorang patron dalam seni rupa, yang dimoderatori oleh Yuanita Sawitri dari Puri Art Gallery pada 20 Februari 2021 pukul 15.00 WIB melalui Zoom dan Youtube.

read more
1 2 3 13
Page 1 of 13